
Lubuklinggau, – Sebuah gapura di Jalan Kenanga II Lintas, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, yang dibangun dengan anggaran hampir Rp200 juta, ambruk setelah disenggol truk pengangkut kerupuk.
Bukan truk kontainer. Bukan truk batu bara.Tapi truk kerupuk. Ironisnya, setelah roboh, warga melihat fakta mengejutkan konstruksi gapura itu hanya menggunakan besi kopong.
Bukan baja struktur, bukan beton bertulang melainkan material ringan yang bahkan dianggap tidak layak untuk bangunan publik bernilai ratusan juta rupiah.

“Kalau disentuh truk kerupuk saja ambruk, ini gapura atau mainan anak-anak?” sindir warga di lokasi.
Padahal gapura tersebut berdiri di jalur lintas kendaraan besar, yang setiap hari dilalui truk, mobil boks, hingga kendaraan bermuatan berat.
Namun bangunan yang seharusnya menjadi ikon kawasan itu justru tumbang seperti kerupuk kena air. (*)
